Sabtu, 29 Maret 2014

Perkembangan Teori Heliosentris pada Masa Galileo Galilei




Diampuni Setelah Hampir 4 Abad
Galileo Galilei (1564-1642), awalnya dia belajar kedokteran di Universitas Pisa, namun kemudian beralih ke matematika. Karya Copernicus, De Revolution Orbium Coelestium yang terbir tahun 1543 menarik perhatian Galileo. Ia merupakan orang pertama yang menggunakan teleskop untuk mempelajari ruang angkasa, pada tahun 1609.
Tidak Lulus Universitas
Walaupun Galileo tidak lulus di Universitas Pisa karena persoalan ekonomi, kecerdasannya tak pernah luntur. Dia bahkan mendapat kepercayaan mengajar di Universitas Pisa tahun 1589. Kemudian Galileo pindah ke Universitas Padua tahun 1610. Saat itu disana sedang berkecamuk pertikaian dua teori, yaitu heliosentris Copernicus melawan geosentris Ptolemaeus.
Kesimpulan Lewat Teleskop
Galileo berhasil mengamati Saturnus yang bercincin dan Yupiter yang diputari 4 satelit dengan teropong bintang miliknya. Dia juga sampai pada kesimpulan bahwa model Copernicus bukan hanya fenomena, melainkan merupakan wujud sebenarnya dari gerak planet-planet. Dia secara terang-terangan mendukung Copernicus.
Hati Nurani dan Jalan yang Benar
Sepak terjang Galileo meresahkan Paus Paulus V yang memiliki nama asli Camillo Borghes. Tahun 1615 Paus V menugaskan Kardinal Robert Bellarminus untuk menasehati Galileo agar kembali ke jalan yang benar dan berhenti menyebarkan dukungannya pada Copernicus. Sepucuk surat dari Robert Bellarminus pun sampai di meja Galileo. Isinya mengatakan, “Tidak berbahaya jika kita mengatakan seandainya Bumi bergerak dan matahari diam, karena dapat memberikan kondisi yang lebih bagus daripada postulat lingkaran (Ptolemaeus). Dan lagi, pendekatan itu sesuai dengan keperluan ahli matematika. Namun, tidak wajar menegaskan bahwa matahari adalah pusat alam...pandangan ini sangat berbahaya!”
Kembali Setelah Tahun 1623
Galileo akhirnya menahan diri. Dia berhenti menyebarkan teori heliosentris dalam kuliahnya. Tahun 1623, setelah Paus Paulus V meninggal, dia bangkit dan tidak lagi menggubris larangan 8 tahun yang lalu. Apalagi setelah sahabatnya MaffeonBarberini, diangkat menjadi Paus dengan gelar Paus Urbanus VIII. Sebagai seorang sahabat, dia memberikan ruang pada tindakan Galileo.
Dialogue
Mulailah Galileo melakukan kerja ilmiahnya mengamati benda langit. Keberanian Galileo berpuncak di tahun 1632, saat menerbitkan bukunya Dialogue Concerning the Two Chief System of the World (Dialog Mengenai 2 Sistem Utama Dunia). Buku itu menggemparkan kalangan gereja karena terang-terangan memihak teori heliosentris. Buku itu di anggap sebagai tantangan terhadap gereja. Walaupun tidak pernah memberikan bantahan secara resmi, Gereja telah memfatwakan teori heliosentris adalah mengada-ada dan haram. Mempercayainya bearti murtad, agamawan terang-terangan menerima teori geosentris karena sejalan dengan doktrin mereka. Bumi sebagai tempat tinggal manusia memiliki kedudukan yang istimewa. Jadi, pandangan Matahari sebagai pusat sangat berbahaya karena bumi tak lagi spesial.
Galileo Mengalah
Setahun setelah menerbitkan bukunya (1633), Galileo dipanggil ke Romauntuk menghadapi majelis penyidik. Setelah diinterogasi sebulan penuh, tanggal 22 Juni 1633 dia dihadapkan pada pengadilan. Akhirnya, Galileo yang telah berusia 70 tahun dengan kondisi lelah dan sakit-sakitan karena tidak tahan menghadapi interogasi bersedia menarik dukungannya terhadap teori heliosentris. Hal tersebut menjadikan ia mengikari kebenaran yang diyakininya.
Tahanan Rumah Seumur Hidup
Pengakuan lisan Galileo di depan hakim menyelamatkan jiwanya. Walaupun dianggap murtad, dia tidak di vonis mati, tetapi hanya di hukum penjara seumur hidup. Namun akibat Paus Urbanus VIII campur tangan, hukuman Galileo melunak menjadi tahanan rumah seumur hidup. Tanggal 8 Januari 1642 Galileo wafat sebagai tahanan rumah, bertepatan dengan tahun kelahira Isaac Newton (1642-1727). Galileo baru diampuni tahun 1992, dimasa kepemimpinan Paus Yohanes Paulus II.

0 komentar:

Posting Komentar